Manfaat ATM Bersama Bagi Nasabah Bank DKI

0

ATM merupakan salah satu teknologi bank yang dapat mempermudah seseorang melakukan transaksi. Dari tahun ketahun jumlah mesin ATM semakin bertambah. Keberadaannya yang kian menjamur membuat orang tak lagi sulit menemukan mesin ini. Namun diantara banyaknya mesin ATM yang tersebar, keberadaan mesin ATM Bank DKI masih terbilang jarang.
Minimnya jumlah mesin ATM Bank DKI membuat para nasabah terkadang merasa kesulitan untuk melakukan transaksi baik transfer, tarik tunai ataupun melakukan pembayaran. Melihat permasalahan tersebut, PT Artajasa mengembangkan sebuah jaringan ATM yang disebut ATM Bersama.
Berdasarkan uraian di atas, maka pada tulisan ini akan dijabarkan pendapat nasabah Bank DKI di wilayah Depok yang pernah menggunakan ATM Bersama, mengenai manfaat ATM Bersama. Pendapat-pendapat dari nasabah diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada 30 orang responden. Penyajian data responden dibagi menjadi dua, yaitu data berdasarkan usia dan berdasarkan jenis kelamin responden.

Grafik Jumlah Responden Berdasarkan Usia

Responden dengan usia di bawah 20 tahun berjumlah 21 orang, responden dengan rentang usia antara 20 hingga 25 tahun berjumlah 8 orang, dan responden dengan usia diatas 25 tahun berjumlah 1 orang.

Grafik Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

Responden pria yang berpartisipasi dalam pengisian kuesioner berjumlah 6 orang, sedangkan responden wanita yang berpartisipasi berjumlah 24 orang.
Kuesioner yang digunakan menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Teori TAM menjelaskan perilaku pengguna terhadap teknologi melalui dua persepsi, yaitu persepsi manfaat (Perceived Usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (Perceieved Ease of Use). Berikut akan dijabarkan perilaku penggguna berdasarkan masing-masing persepsi, yang diperoleh dari hasil kuesioner.

1. Perceived Usefulness
a. Tersedia fitur-fitur yang sesuai kebutuhan dalam bertransaksi
Gambar 1 menggambarkan tanggapan responden mengenai ketersediaan fitur yang dibutuhkan pengguna untuk bertransaksi.

Gambar 1

b. Tersedia jaringan yang luas dan tersebar hingga proses transaksi tercapai hingga kedaerah tujuan
Pada gambar 2 dapat diketahui pendapat pengguna mengenai jaringan mesin ATM.

Gambar 2

c. Yakin bahwa pada mesin ATM Bersama selalu tersedia uang ketika melakukan penarikan uang
Pada gambar 3 dapat diketahui apakah menurut pengguna, pada ATM Bersama selalu tersedia uang untuk penarikan tunai.

Gambar 3

d. Jenis pelayanan yang diberikan sesuai dengan perkembangan kegiatan transaksi
Gambar 4 menunjukkan pendapat pengguna mengenai pelayanan ATM Bersama terhadap perkembangan kegiatan transaksi.

Gambar 4

2. Perceived Ease of Use
a. Pengoperasian transaksi mudah dan tidak berbelit-belit
Pada gambar 5 dapat terlihat seberapa mudah penggunaan ATM Bersama menurut para responden.

Gambar 5

b. Transaksi berjalan lancar dan cepat, tidak mengalami gangguan jaringan
Grafik pada gambar 6 menggambarkan pendapat responden mengenai kelancaran bertransaksi tanpa gangguan jaringan.

Gambar 6

c. Lokasi mesin ATM Bersama berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau
Grafik pada gambar 7 menjelasakan mengenai kemudahan menjangkau mesin ATM Bersama, menurut para responden.

Gambar 7

Berdasarkan uraian dari hasil kuesioner, maka dapat terlihat pada setiap grafik pernyataan setuju selalu mendapat pilihan terbanyak, baik pertanyaan tentang persepsi manfaat ataupun persepsi kemudahan penggunaan.

Referensi:

http://www.bktm-makassar.org/assets/datas/announcement/inpres122011.pdf

http://www.pusattesis.com/technology-acceptance-model-tam/

http://www.artajasa.co.id/id/layanan/atm-bersama.html

http://mobile.kontan.co.id/news/tekan-biaya-bank-dki-mengurangi-jumlah-atm

0

ATM merupakan salah satu teknologi bank yang dapat mempermudah seseorang melakukan transaksi. Dari tahun ketahun jumlah mesin ATM semakin bertambah. Keberadaannya yang kian menjamur membuat orang tak lagi sulit menemukan mesin ini. Namun diantara banyaknya mesin ATM yang tersebar, keberadaan mesin ATM Bank DKI masih terbilang jarang.

            Minimnya jumlah mesin ATM Bank DKI membuat para nasabah terkadang merasa kesulitan untuk melakukan transaksi baik transfer, tarik tunai ataupun melakukan pembayaran. Melihat permasalahan tersebut, PT Artajasa mengembangkan sebuah jaringan ATM yang disebut ATM Bersama.

            Berdasarkan uraian di atas, maka pada tulisan ini akan dijabarkan pendapat nasabah Bank DKI di wilayah Depok yang pernah menggunakan ATM Bersama, mengenai manfaat ATM Bersama. Pendapat-pendapat dari nasabah diperoleh melalui kuesioner yang disebar kepada 30 orang responden. Penyajian data responden dibagi menjadi dua, yaitu data berdasarkan usia dan berdasarkan jenis kelamin responden.Image

Grafik Jumlah Responden Berdasarkan Usia

 

            Responden dengan usia di bawah 20 tahun berjumlah 21 orang, responden dengan rentang usia antara 20 hingga 25 tahun berjumlah 8 orang, dan responden dengan usia diatas 25 tahun berjumlah 1 orang.

Image

Grafik Jumlah Responden Berdasarkan Jenis Kelamin

 

            Responden pria yang berpartisipasi dalam pengisian kuesioner berjumlah 6 orang, sedangkan responden wanita yang berpartisipasi berjumlah 24 orang.

            Kuesioner yang digunakan menggunakan teori Technology Acceptance Model (TAM). Teori TAM menjelaskan perilaku pengguna terhadap teknologi melalui dua persepsi, yaitu persepsi manfaat (Perceived Usefulness) dan persepsi kemudahan penggunaan (Perceieved Ease of Use). Berikut akan dijabarkan perilaku penggguna berdasarkan masing-masing persepsi, yang diperoleh dari hasil kuesioner.

 

  1. Perceived Usefulness
  2. Tersedia fitur-fitur yang sesuai kebutuhan dalam bertransaksi

Gambar 1 menggambarkan tanggapan responden mengenai ketersediaan fitur yang dibutuhkan pengguna untuk bertransaksi.

Image

Gambar 1

  1. Tersedia jaringan yang luas dan tersebar hingga proses transaksi tercapai hingga kedaerah tujuan

Pada gambar 2 dapat diketahui pendapat pengguna mengenai jaringan mesin ATM.

 

Image

 

Gambar 2

 

  1. Yakin bahwa pada mesin ATM Bersama selalu tersedia uang ketika melakukan penarikan uang

Pada gambar 3 dapat diketahui apakah menurut pengguna, pada ATM Bersama selalu tersedia uang untuk penarikan tunai.

Image

Gambar 3

 

  1. Jenis pelayanan yang diberikan sesuai dengan perkembangan kegiatan transaksi

Gambar 4 menunjukkan pendapat pengguna mengenai pelayanan ATM Bersama terhadap perkembangan kegiatan transaksi.

Image

Gambar 4

 

  1. Perceived Ease of Use
  2. Pengoperasian transaksi mudah dan tidak berbelit-belit

Pada gambar 5 dapat terlihat seberapa mudah penggunaan ATM Bersama menurut para responden.

Image

Gambar 5

 

  1. Transaksi berjalan lancar dan cepat, tidak mengalami gangguan jaringan

Grafik pada gambar 6 menggambarkan pendapat responden mengenai kelancaran bertransaksi tanpa gangguan jaringan.

Image

Gambar 6

 

  1. Lokasi mesin ATM Bersama berada di tempat yang strategis dan mudah dijangkau

Grafik pada gambar 7 menjelasakan mengenai kemudahan menjangkau mesin ATM Bersama, menurut para responden.

Image

Gambar 7

 

            Berdasarkan uraian dari hasil kuesioner, maka dapat terlihat pada setiap grafik pernyataan setuju selalu mendapat pilihan terbanyak, baik pertanyaan tentang persepsi manfaat ataupun persepsi kemudahan penggunaan.

 

Referensi:

http://www.bktm-makassar.org/assets/datas/announcement/inpres122011.pdf

http://www.pusattesis.com/technology-acceptance-model-tam/

http://www.artajasa.co.id/id/layanan/atm-bersama.html

http://mobile.kontan.co.id/news/tekan-biaya-bank-dki-mengurangi-jumlah-atm

 

Siklus Keuangan

0

Siklus keuangan adalah kejadian yang berkaitan dengan perolehan dan manajemen dana modal termasuk kas.
Siklus keuangan terdiri dari:
1. Jurnal Pemasukan
2. Jurnal Buku Besar
3. Neraca
4. Laporan Laba/Rugi dll

Aplikasi siklus keuangan: siklus ini memproses dua kejadian ekonomi, perolehan kapital dan penggunaan kapital untuk memperoleh pemilikan.
Sistem Aplikasi dalam Siklus Keuangan yaitu:
1. Sistem Pemilikan
2. Sistem Catatan Jurnal
3. Sistem Pelaporan Keuangan

Sumber:

http://kartikayuniarsita.blogspot.com/2011/12/siklus-keuangan.html?m=1

http://batakilyas.blogspot.com/2012/11/aplikasi-siklus-produksi-dan-keuangan.html?m=1

Siklus Produksi

0

Siklus Produksi adalah rangkaian aktivitas bisnis dan operasi pemrosesan data terkait yang terus terjadi yang berkaitan dengan pembuatan produk.
Ada empat aktivitas dasar dalam siklus produksi :
-Perancangan Produk
Langkah pertama dalam siklus produksi adalah Perancangan produk.
Tujuan aktivitas ini adalah untuk merancang sebuah produk yang memenugi permintaan dalam hal kualitas, ketahanan, dan fungsi, dan secara simultan meminimalkan biaya produksi.
-Perencanaan dan Penjadwalan
Langkah kedua dalam siklus produksi adalah perencanaan dan penjadwalan.
Tujuan dari langkah ini adalah mengembangkan rencana produksi yang cukup efisien untuk memenuhi pesanan yang ada dan mengantisipasi permintaan jangka pendek tanpa menimbulkan kelebihan persediaan barang jadi.
-Operasi Produksi
Langkah ketiga dalam siklus produksi adalah produksi aktual dari produk.
Cara aktivitas ini dicapai sangat berbeda di berbagai perusahaan.
-Akuntansi Biaya
Langkah terakhir dalam siklus produksi adalah akuntansi biaya.

sumber: http://tyasshinici1104.blogspot.com/2013/01/siklus-produksi-dan-keuangan.html

SIKLUS PENGELUARAN

0

Siklus Pengeluaran adalah rangkaian kegiatan bisnis dan operasional pemrosesan data terkait yang berhubungan dengan pembelian serta pembayaran barang dan jasa.Tujuan utama dalam siklus pengeluaran adalah untuk meminimalkan biaya total memperoleh dan memelihara persediaan, perlengkapan, dan berbagai layanan yang dibutuhkan organisasi untuk berfungsi.

AKTIFITAS SIKLUS PENGELUARAN MELIPUTI
a. memesan barang , persediaan, dan jasa
aktivitas pertama dalam siklus pengeluaran adalah memesan persediaan atau perlengkapan. Keputusan penting yang dibut dalam langkah ini adalah mengidentifikasi apa, kapan, dan berapa banyak yang dibeli, dan dari pemasok mana akan dibeli. Dokumen yang dibuat dalam proses pemesanan barang adalah pesanan pembeliaan (purchase order).
b. Menerima dan menyimpan barang, persediaan, dan jasa.
Aktivitas kedua dalam siklus pengeluaran adalah penerimaan dan penyimpanan barang yang dipesan. Bagian penerimaan bertanggung jawab untuk mengecek dan menerima kiriman dari para pemasok. Dokumen yang dibuat dalam proses penerimaan barang adalah laporan penerimaan barang adalah laporan penerimaan (receiving report)
c. Membayar untuk barang, persediaan, dan jasa.
Aktivitas ketiga dalam siklus pengeluaran adalah menyetujui faktur penjualan dari vendor untuk pembayran. Bagian utang usaha menyetujui faktur penjualan untuk dibayar dan kasir bertanggung jawab untuk melakukan pembayaran.

sumber: http://mirfanug.blogspot.com/2013/01/siklus-pendapatan-dan-pengeluaran.html

Siklus Pendapatan

0

Siklus pendapatan adalah rangkaian aktivitas bisnis dan kegiatan pemrosesan informasi terkait yang terus berulang dengan menyediakan barang dan jasa ke para pelanggan dan menagih kas sebagai pembayaran dari penjualan-penjualan tersebut.

AKTIFITAS SIKLUS PENDAPATAN MELIPUTI
a. Menerima Pesanan Penjualan
1) Menerima Pesanan
2) Persetujuan Kredit
3) Memeriksa ketersediaan persediaan
4) Menginformasikan kepada pelanggan

b. Pengiriman
1) Mengambil dan mengepak pesanan
2) Pengiriman pesanan

c. Penagihan dan Piutang uSaha
1) Penagihan
2) Perawatan dan piutang

d. Tagihan Kas
1) Menugaskan staf bagian surat-menyurat untuk mempersiapkan daftar pengiriman uang.
2) Pengamanan pencurian kiriman uang pelanggan oleh karyawan perusahaan dengan membuat sistem lockbok ( merupakan sebuah alamt pos yang dituju pelanggan ketika menyerahkan uang mereka ) di bank.

sumber: http://mirfanug.blogspot.com/2013/01/siklus-pendapatan-dan-pengeluaran.html

Elemen Pengendalian Internal Versi COSO

0

Komponen pengendalian internal menurut COSO adalah :
1. Lingkungan pengendalian (control environment). Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian internal. Faktor-faktor lingkungan pengendalian mencakup integritas, nilai etis, dan kompetensi dari orang dan entitas, filosofi manajemen dan gaya operasi, cara manajemen memberikan otoritas dan tanggung jawab serta mengorganisasikan dan mengembangkan orangnya, perhatian dan pengarahan yang diberikan oleh board.
2. Penaksiran risiko (risk assessment). Mekanisme yang ditetapkan untuk mengindentifikasi, menganalisis, dan mengelola risiko-risiko yang berkaitan dengan berbagai aktivitas di mana organisasi beroperasi.
3. Aktivitas pengendalian (control activities). Pelaksanaan dari kebijakan-kebijakan dan prosedur-prosedur yang ditetapkan oleh manajemen untuk membantu memastikan bahwa tujuan dapat tercapai.
4. Informasi dan komunikasi (informasi and communication). Sistem yang memungkinkan orang atau entitas, memperoleh dan menukar informasi yang diperlukan untuk melaksanakan, mengelola, dan mengendalikan operasinya.
5. Pemantauan (monitoring). Sistem pengendalian internal perlu dipantau, proses ini bertujuan untuk menilai mutu kinerja sistem sepanjang waktu. Ini dijalankan melalui aktivitas pemantauan yang terus-menerus, evaluasi yang terpisah atau kombinasi dari keduanya

Sumber: http://chytgs.blogspot.com/2013/11/jelaskan-pengertian-pengendalian-intern.html